8 JCH Jember Tertunda Berangkat Karena Sakit, Dua Pasutri Dievakuasi ke Kualanamu

Muhammad Hafidzi Kholis

Kawan KISS FM.

Sebanyak delapan jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Jember mengalami penundaan keberangkatan akibat kondisi kesehatan. Dua pasangan suami istri di antaranya bahkan sempat dievakuasi ke Bandara Kualanamu Medan untuk mendapatkan penanganan medis.

Penundaan keberangkatan tersebut terjadi saat proses pemberangkatan jamaah haji pada 16 Mei 2026 lalu. Empat jamaah dinyatakan tidak layak terbang ketika berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya karena kondisi kesehatan menurun.

Mereka masing-masing Bahaudin Sajemur Saundar asal Sumberjati, Kecamatan Silo, Sundari Modin Sabet warga Desa Baletbaru Kecamatan Sukowono, Abd Rohmat asal Rambigundam Kecamatan Rambipuji, serta Ahmad Dahlan Said dari Rowotengah Kecamatan Sumberbaru.

Sementara itu, empat jamaah lainnya yang terdiri dari dua pasangan suami istri, yakni Eva Yulianda asal Balung Lor Kecamatan Balung dan pasangan Regina-Budiman warga Desa Karang Paiton Kecamatan Ledokombo, harus dievakuasi ke Asrama Haji Kualanamu Medan karena mengalami gangguan kesehatan saat perjalanan.

Anggota Komisi D DPRD Jember, Muhammad Hafidzi Kholis, Selasa 19 Mei 2026 menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap proses pemberangkatan JCH Jember sejak pelepasan kloter pertama pada Kamis 14 Mei lalu.

Menurut Hafidzi, tiga jamaah yang sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Asrama Haji Sukolilo Surabaya kini sudah membaik dan dinyatakan layak terbang. Ketiganya diberangkatkan ke Mekkah pada Selasa 19 Mei 2026 dan bergabung bersama Kloter 105 asal Tulungagung dan Trenggalek. FIT-01-HAFIDZI.

Hafidzi menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan penyelenggara ibadah haji dan petugas kesehatan, kondisi dua pasangan suami istri yang sempat dirawat di Medan juga berangsur pulih. Bahkan pada hari yang sama Selasa 19 Mei, mereka telah diterbangkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Pasangan Regina dan Budiman diketahui telah bergabung dengan Kloter 107 jamaah asal Blitar dan diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Selasa pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat ini masih tersisa satu jamaah yang menjalani observasi kesehatan di Rumah Sakit Asrama Haji Sukolilo Surabaya, yakni Ahmad Dahlan Said asal Rowotengah Kecamatan Sumberbaru. Jamaah tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan jantung sebelum dinyatakan layak terbang.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jember, Nur Sholeh, juga membenarkan bahwa sebagian besar jamaah yang sebelumnya sakit kini sudah dinyatakan sehat dan dapat melanjutkan perjalanan ibadah haji. Regina beserta suaminya juga dipastikan telah berangkat menuju Arab Saudi.

Sementara pasangan Eva Yulianda hingga kini masih menunggu kepastian kloter keberangkatan yang akan diikuti. Namun dipastikan Eva bersama suaminya akan diberangkatkan pada kloter terakhir yang dijadwalkan terbang Kamis 21 Mei 2026.

Hafit.

(64 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.