
Kawan KISS FM.
Rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Universitas Jember menuai penolakan dari kalangan mahasiswa. Menyikapi hal tersebut, pihak kampus menegaskan hingga kini masih melakukan kajian terkait kemungkinan keterlibatan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.
Wakil Rektor IV Unej, Bambang Kuswandi, Selasa 19 Mei 2026 menjelaskan, pihak kampus akan melakukan kajian secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari akademik, tata kelola, hingga keamanan pangan.
Menurutnya, Unej pada dasarnya terbuka untuk mendukung program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat. Namun, keputusan terkait keterlibatan kampus dalam program tersebut masih menunggu hasil pembahasan internal dan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional.
Bambang mengatakan, kajian yang dilakukan mencakup sistem tata kelola program, rantai distribusi bahan pangan, hingga standar keamanan makanan apabila nantinya Unej benar-benar dilibatkan dalam penyediaan layanan MBG.
Ia menambahkan, Unej memiliki sumber daya akademik yang mendukung program tersebut, di antaranya Program Studi Gizi di bawah Fakultas Kesehatan Masyarakat serta bidang Teknologi Hasil Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian.
Selain itu, pihak kampus juga menaruh perhatian serius terhadap aspek keamanan pangan. Jika program tersebut dijalankan, Unej menargetkan konsep zero accident atau tidak adanya kasus keracunan makanan, baik bagi penerima manfaat maupun petugas pengolah makanan.
Dalam proses pengkajian, kampus juga akan melibatkan dosen serta program studi terkait untuk memberikan masukan. Aspirasi mahasiswa dan sivitas akademika, lanjutnya, turut menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan final diambil.
Bambang juga menyebut kemungkinan pengembangan layanan MBG tidak hanya dilakukan di Jember, tetapi juga dapat diterapkan di kampus luar daerah seperti Bondowoso, tergantung hasil kajian dan penugasan dari pemerintah.
Sebelumnya, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Jember menyatakan penolakan terhadap wacana pembangunan SPPG di lingkungan kampus Unej.
Ketua DPC GMNI Jember, Abdul Aziz Al Fazri, menilai perguruan tinggi harus tetap menjaga independensi akademik dan tidak berubah fungsi menjadi pelaksana proyek pemerintah di luar tugas utama institusi pendidikan tinggi.
Hafit.
(90 views)