
Kawan KISS FM//
Komunitas peduli lingkungan Sobung Sarka Indonesia mendorong masyarakat mulai membiasakan pengelolaan sampah organik dari rumah tangga tanpa harus menunggu aturan wajib dari pemerintah.
Ketua Sobung Sarka Indonesia, Dina Putu Ayu Kristiyanti Selasa 12 Mei mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Jember masih menyusun petunjuk teknis pengelolaan sampah mandiri di tingkat masyarakat. Untuk tahap awal, kebijakan tersebut masih difokuskan pada instansi dan lembaga.
Meski begitu, Dina menilai masyarakat sebaiknya mulai belajar memilah sampah sejak sekarang, terutama sampah organik dan anorganik.
Menurutnya, solusi paling realistis adalah pengelolaan bersama di tingkat RT maupun dasawisma, sehingga warga tidak harus mengolah sampah sendiri-sendiri di rumah.
Warga cukup memilah sampah minimal menjadi dua jenis, yakni organik dan anorganik. Selanjutnya, sampah yang sudah dipilah dapat dikelola bersama oleh petugas lingkungan.
Untuk sampah organik, Dina menyebut metode paling sederhana dan murah yang bisa diterapkan masyarakat adalah kompos juglangan.
Metode tersebut dinilai mudah diterapkan karena hanya menggunakan lubang atau wadah sederhana untuk mengurai sampah organik menjadi kompos.
Selain itu, Dina juga menjelaskan sampah residu yang nantinya tetap dapat dibuang ke TPA merupakan sampah yang tidak bisa didaur ulang maupun tidak memiliki nilai jual di bank sampah, seperti styrofoam, popok, pembalut, hingga masker.
Dina menegaskan perubahan kebiasaan memilah sampah memang membutuhkan waktu dan konsistensi, sehingga masyarakat perlu mulai membiasakan diri sejak sekarang.
<<<<< Ulil
(52 views)