
Kawan KISS FM,
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga produksi pangan menghadapi potensi musim kemarau 2026. Upaya tersebut mencakup pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan sistem peringatan dini, hingga optimalisasi infrastruktur irigasi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kabupaten Jember, Luhur Prayogo, dalam talkshow di KISS FM, Sabtu, 25 April 2026, menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah mengundang seluruh kepala daerah untuk merumuskan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun ini.
Langkah strategis yang disiapkan antara lain pemetaan wilayah penopang sumber daya air, serta penyusunan sistem peringatan dini atau early warning system.
Menurut Luhur, pemetaan tersebut penting untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem, sehingga penanganan dapat difokuskan secara tepat sasaran. Selain itu, optimalisasi pengelolaan air irigasi juga menjadi prioritas utama.
Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah bersama Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya perbaikan infrastruktur irigasi di Jember. Di antaranya pembangunan dan pengembangan irigasi perpompaan yang pada 2024 telah mencapai sekitar 138 titik.
Selain itu, program optimasi lahan juga telah dilaksanakan pada 2025 dengan cakupan sekitar 4.410 hektare di 107 kelompok tani.
Untuk tahun 2026, upaya penguatan sektor pertanian terus dilanjutkan dengan rencana penanganan lahan hingga sekitar 7.000 hektare, sebagai bagian dari strategi menghadapi potensi kekeringan.
Menanggapi keluhan petani terkait distribusi air irigasi yang belum merata, Luhur menegaskan bahwa penanganan irigasi memerlukan pendekatan menyeluruh dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Ia menambahkan, wilayah sabuk gunung menjadi salah satu daerah yang kerap terdampak banjir dan memerlukan perhatian khusus. Namun, permasalahan tersebut telah mulai ditangani melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pertanian.
<<<<< ANTO, ULIL
(73 views)