Pro-Kontra Kebijakan Verval Data Kemiskinan, Sejumlah Anggota DPRD Jember Tetap Dukung

Anggota Fraksi Golkar DPRD Jember, Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat

Kawan KISS FM,

Program verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember memicu pro dan kontra di kalangan aparatur sipil negara (ASN), terutama di media sosial. Meski demikian, DPRD Jember menyatakan tetap mendukung langkah pemerintah daerah dalam memperbarui data guna meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial.

Sejumlah ASN yang diterjunkan dalam proses pendataan disebut menghadapi berbagai kendala di lapangan, bahkan ada yang mengalami insiden kecelakaan saat menjalankan tugas. Namun, kebijakan Bupati Jember Muhammad Fawait untuk melibatkan ASN secara langsung tetap dinilai sebagai langkah strategis dalam memperbaiki kualitas data kemiskinan.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Jember, Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat, Selasa 21 April mengungkapkan bahwa lebih dari 50 persen tenaga dari lingkungan Dinas Pendidikan turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Ia menegaskan dukungannya terhadap program verval, mengingat angka kemiskinan di Jember masih tergolong tinggi dan menempati peringkat kedua di Jawa Timur. Meski demikian, ia menyoroti sejumlah kendala teknis yang dihadapi petugas, terutama bagi ASN perempuan berusia lanjut yang harus melakukan pendataan di lokasi jauh dari domisili. 

Sementara itu, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Widarto menilai pembaruan data sangat diperlukan karena masih ditemukan ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan sosial.

Widarto menjelaskan, kondisi tersebut dikenal dengan istilah inclusion error, yakni masyarakat yang sebenarnya tidak berhak justru menerima bantuan. Sebaliknya, terdapat juga exclusion error, di mana masyarakat yang berhak justru tidak mendapatkan bantuan.

Menurutnya, verval yang saat ini dilakukan difokuskan pada perbaikan ketidaktepatan sasaran bantuan, sehingga tidak serta-merta menambah jumlah penerima bantuan baru dari kelompok yang sebelumnya belum terdata. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Cahyono, menyampaikan, dalam kebijakan ini, pihaknya juga turut terjun langsung melakukan pendataan di wilayah Dusun Baban, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo. Dia berharap, melalui verval ini, data kemiskinan di Jember dapat menjadi lebih akurat, sehingga bantuan sosial bisa berjalan lebih tepat sasaran. FIT

(85 views)