Viral Guru Kelelahan Akibat Verval Data Kemiskinan, Bupati Jember Beri Penjelasan

Kawan KISS FM,

Munculnya sejumlah video yang memperlihatkan guru melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan di medan sulit menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Menjawab polemik tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan klarifikasi melalui siaran langsung di kanal YouTube Wadul Guse, Minggu 19 April 2026 malam.

Dalam keterangannya, Fawait menegaskan bahwa penugasan verval data kemiskinan tidak hanya dibebankan kepada guru. Kebijakan tersebut, kata dia, berlaku bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.

Menurutnya, langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kemiskinan di Jember. Kondisi tersebut dinilai sebagai situasi luar biasa yang membutuhkan penanganan lintas sektor.

Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan data yang benar-benar akurat agar kebijakan intervensi bisa tepat sasaran.

Fawait juga menyinggung keberhasilan Pemerintah Kota Surabaya dalam melakukan pendataan serupa dengan melibatkan seluruh ASN tanpa memandang jabatan. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghasilkan data yang lebih valid sekaligus meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan sosial.

Menanggapi kekhawatiran terkait beban tambahan bagi guru, ia memastikan bahwa jumlah objek yang harus diverifikasi setiap ASN relatif terbatas. Dalam pelaksanaannya, satu petugas hanya menangani sekitar tiga hingga lima rumah tangga. Jumlah itu dinilai tidak memberatkan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan keadilan dalam distribusi bantuan sosial. Selama ini, keluhan masyarakat terkait ketidaktepatan sasaran masih kerap muncul, seperti penerima bantuan dari kalangan mampu, sementara warga yang benar-benar membutuhkan justru terlewat. 

Di sisi lain, ia memastikan adanya pengecualian dalam pelaksanaan tugas tersebut. ASN yang sedang sakit atau hamil tidak diwajibkan turun ke lapangan, dengan syarat melampirkan keterangan resmi.

<<<< ULIL

(142 views)