Kawan KISS FM.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember mengajak para pelaku UMKM untuk mengurangi ketergantungan terhadap kemasan plastik, menyusul lonjakan harga yang dipicu dinamika global.
Kepala Diskopumdag Jember, Sartini, Kamis 16 April, mengungkapkan bahwa harga plastik mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 100 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor.
Menurutnya, situasi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk kembali menggunakan bahan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Ia mencontohkan praktik yang telah diterapkan di Provinsi Bali, di mana masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik dengan beralih ke bahan alami seperti daun untuk membungkus produk makanan.
Sartini menjelaskan, kenaikan harga plastik tidak lepas dari kondisi geopolitik global. Indonesia masih bergantung pada impor plastik dari China, sementara bahan baku utama plastik untuk industri petrokimia seperti nafta banyak berasal dari kawasan Timur Tengah.
Ketegangan di Timur Tengah berdampak pada ketersediaan bahan baku nafta, sehingga produksi plastik terganggu dan harganya ikut melonjak.
Selain mendorong penggunaan kemasan alternatif, Diskopumdag juga mengimbau pelaku UMKM untuk mulai mengelola sampah secara mandiri, baik sampah plastik, kertas, maupun limbah organik.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Bupati Muhammad Fawait telah menerbitkan surat edaran tertanggal 27 Maret 2026 yang mewajibkan pelaksanaan kerja bakti secara rutin. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintahan hingga pelaku usaha.
Dalam surat edaran tersebut, kewajiban kerja bakti mencakup berbagai pihak, di antaranya kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, kepala desa, pimpinan BUMN dan BUMD, pengelola pasar tradisional, pengelola destinasi wisata, fasilitas layanan kesehatan, lembaga pendidikan, hingga pelaku usaha di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
<<<<< FIT
(175 views)