Kawan KISS FM.
Penyaluran BBM bersubsidi jenis solar untuk sektor pertanian dan perikanan kini menjadi perhatian. Pertamina menilai sistem barcode yang digunakan dalam distribusi memiliki celah penyimpangan jika tidak diawasi secara ketat.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Kamis 16 April, mengatakan kuota BBM subsidi ditentukan berdasarkan usulan dari sektor strategis seperti pertanian dan nelayan yang diajukan pemerintah daerah hingga disetujui pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dan BPH Migas. Sebab, kebutuhan BBM untuk alat pertanian seperti traktor dan mesin penggiling padi membuat pembelian tidak bisa dilakukan langsung di SPBU, melainkan harus menggunakan sistem pembelian dalam kemasan dengan rekomendasi dari dinas terkait.
Saat ini, distribusi BBM subsidi menggunakan aplikasi X-Star yang dilengkapi barcode sebagai alat verifikasi. Sistem ini mencatat identitas pengguna serta volume pembelian sesuai kebutuhan yang telah diverifikasi. Namun, perbedaan harga yang cukup besar antara solar subsidi dan non-subsidi dinilai menjadi celah terjadinya penyalahgunaan, seperti pengalihan distribusi atau penjualan kembali kepada pihak yang tidak berhak.
Pertamina memastikan seluruh penyaluran BBM subsidi tercatat dalam sistem sebagai bagian dari pengawasan. Jika ditemukan penyalahgunaan, barcode dapat diblokir dan tidak dapat digunakan kembali hingga dilakukan verifikasi ulang. Kendati demikian, Pertamina menegaskan pengawasan distribusi BBM subsidi membutuhkan peran bersama antara penyedia energi, pemerintah, dan masyarakat agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
<<<<<RUSDI
(249 views)