Kawan KISS FM.
DPRD Jember melalui Panitia Khusus (Pansus) LKPJ menyoroti kondisi sejumlah pasar tradisional yang dinilai masih memprihatinkan. Pansus pun mendorong agar alokasi anggaran untuk rehabilitasi dan revitalisasi pasar ditingkatkan.
Pasar tradisional dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi.
Wakil Ketua Pansus 1 LKPJ, Wahyu Prayudi Nugroho, usai rapat pembahasan LKPJ tahun 2025, Kamis 2 April, menjelaskan bahwa Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopum) Jember memang telah melakukan rehabilitasi pasar tradisional pada tahun 2025. Namun, jumlahnya masih sangat terbatas dibandingkan dengan kondisi pasar yang membutuhkan penanganan.
Menurutnya, banyak pasar tradisional yang kondisinya kurang layak sehingga memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah. Karena itu, ia mendorong agar anggaran revitalisasi ditingkatkan guna meningkatkan daya saing pasar tradisional.
Sementara itu, Kepala Diskopum dan Perdagangan Jember, Sartini, menyampaikan pihaknya telah melakukan rehabilitasi pada sejumlah pasar, baik pasar kebutuhan pokok maupun pasar hewan.
Namun, ia mengakui pelaksanaan rehabilitasi masih terbatas. Untuk pasar hewan, misalnya, pembangunan yang telah dilakukan baru sebatas pagar tembok, seperti di Pasar Hewan Mayang.
Pansus berharap ke depan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran yang lebih besar agar revitalisasi pasar tradisional bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga mampu meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli sekaligus mendongkrak kontribusi terhadap PAD.
<<<< Fit
(163 views)