Kawan KISS FM,
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Kabupaten Jember untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan hingga 4 April 2026.
Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Adi Rohman Firdausi menjelaskan peringatan tersebut merujuk pada rilis kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur periode 26 Maret hingga 4 April yang dikeluarkan BMKG.
Menurutnya, potensi cuaca ekstrem dipicu oleh adanya gangguan atmosfer berupa gelombang Rossby dan gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur, termasuk Jember. Selain itu, suhu muka laut yang cukup hangat turut meningkatkan aktivitas penguapan di atmosfer.
Hal ini dapat memicu terbentuknya awan hujan dan meningkatkan potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang.
Adi menambahkan, siklon tropis yang sebelumnya terpantau, kini sudah tidak aktif. Namun demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena pengaruh gelombang atmosfer masih berlangsung.
Potensi dampak yang perlu diantisipasi antara lain peningkatan kecepatan angin, terutama di wilayah pesisir selatan Jember.
Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, tinggi gelombang di perairan Jember masih dalam kategori sedang, berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter.
Meski demikian, kecepatan angin diperkirakan dapat mencapai hingga 20 knot. Kondisi ini dinilai masih dapat diantisipasi, namun tetap berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, terutama di wilayah dengan kondisi topografi yang labil seperti Pantai Selatan Jember.
BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir, termasuk nelayan, untuk lebih berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.
Sementara itu, terkait kondisi musim, Adi menyebut saat ini wilayah Jember masih berada pada masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Pada periode ini, cuaca cenderung tidak menentu, dengan potensi hujan yang masih terjadi disertai angin kencang dalam durasi singkat.
<<<< ULIL
(217 views)