Kawan KISS FM,
Fenomena iklim global El Niño diperkirakan kembali terjadi pada 2026. Namun intensitasnya diprediksi tidak sekuat kejadian pada periode 2023–2024 yang sempat memicu kemarau panjang di sejumlah wilayah Indonesia.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pos Meteorologi Jember, Adi Rohman Firdausi, menjelaskan bahwa El Nino tahun ini masih berada pada kategori lemah hingga sedang.
Menurutnya, fase lemah diperkirakan terjadi pada April hingga Mei, kemudian secara bertahap menguat ke kategori sedang pada Juni hingga Agustus.
Adi menambahkan, jika dibandingkan dengan kejadian 2023–2024, kekuatan El Nino saat itu jauh lebih besar karena berada pada kategori sedang hingga kuat. Kondisi tersebut menyebabkan musim kemarau saat itu berlangsung lebih panjang, bahkan mencapai delapan hingga sepuluh bulan di beberapa wilayah, sementara musim hujan menjadi sangat singkat.
Ia juga mengingatkan para petani untuk mulai mempertimbangkan pola tanam menghadapi potensi kemarau yang datang lebih cepat pada tahun ini. Dengan musim kemarau diprediksi mulai April, petani diharapkan menyesuaikan jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
Sebagai gambaran bagi para petani, musim kemarau diperkirakan dimulai April dan berlangsung lebih lama. Karena itu perlu bijak menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi musim kemarau.
<<<< ULIL
(348 views)