BMKG Sebut Jember Masuki Masa Pancaroba, Potensi Angin Kencang Masih Tinggi

Kawan KISS FM.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengingatkan masyarakat Kabupaten Jember untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Prakirawan BMKG Pos Meteorologi Jember, Adi Rohman Firdausi, menjelaskan saat ini wilayah Jember mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan musim dari penghujan menuju kemarau. Fase tersebut diperkirakan berlangsung sepanjang Maret, sebelum memasuki musim kemarau pada April mendatang.

Menurut Adi, pada masa pancaroba biasanya terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai angin kencang.

Selain faktor peralihan musim, kondisi cuaca ekstrem juga dipengaruhi oleh sejumlah fenomena atmosfer, di antaranya gelombang Madden Julian Oscillation atau MJO serta suhu permukaan laut yang relatif hangat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan pembentukan awan hujan yang memicu hujan deras disertai angin kencang.

Adi menambahkan, berdasarkan catatan di Pos Meteorologi Jember yang berada di sekitar Bandara Notohadinegoro, kecepatan angin maksimum yang tercatat saat kejadian angin kencang beberapa waktu lalu mencapai sekitar 20 knot atau sekitar 36 hingga 37 kilometer per jam.

Namun, ia memperkirakan kecepatan angin di wilayah selatan Jember, seperti Kecamatan Wuluhan dan sekitarnya, kemungkinan lebih kuat. Hal itu karena hingga saat ini belum terdapat alat pengukur kecepatan angin BMKG yang terpasang di wilayah tersebut.

Dia mengatakan, pada masa pancaroba ini, potensi kecepatan angin di wilayah pesisir selatan Jember diperkirakan bisa mencapai sekitar 38 knot atau sekitar 45 hingga 50 kilometer per jam. 

Sementara itu, di wilayah daratan yang lebih jauh dari pantai, kecepatan angin umumnya cenderung lebih rendah karena terhambat oleh bangunan, pepohonan, maupun kondisi geografis lainnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir selatan Jember, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang selama masa pancaroba berlangsung.

(231 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.