APPI Respons Kebijakan Impor Pertanian AS dalam Perjanjian ART

Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jumantoro

Kawan KISS FM.

Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) menyampaikan rasa khawatir terkait rencana pemerintah yang akan melakukan impor sejumlah komoditas pertanian dari Amerika Serikat, melalui The Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian perdagangan resiprokal Indonesia–Amerika Serikat. APPI khawatir kebijakan impor justru akan berdampak pada petani dalam negeri.

Kebijakan tersebut salah satunya mencakup komitmen pembukaan akses impor terbatas untuk komoditas beras, produk ayam, dan jagung dengan skema serta volume tertentu.

Kemenko Perekonomian melalui siaran resminya, menyatakan alokasi impor beras asal Amerika Serikat sebesar 1.000 ton untuk jenis khusus. Realisasinya tetap bergantung pada kebutuhan dan permintaan dalam negeri.

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia tercatat tidak melakukan impor beras dari Amerika Serikat. Volume 1.000 ton tersebut dinilai sangat kecil dibandingkan total produksi beras nasional yang pada 2025 mencapai 34,69 juta ton.

Terkait produk unggas, pemerintah menegaskan bahwa impor ayam dari Amerika Serikat difokuskan pada kebutuhan sumber genetik utama dalam rantai pembibitan ayam nasional sebanyak 580.000 ekor dengan estimasi nilai 17–20 juta dolar AS.

Dalam kesepakatan ART, Indonesia juga memberikan akses impor jagung asal Amerika Serikat untuk kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman (mamin) dengan volume tertentu setiap tahun.

Pada 2025, kebutuhan impor jagung untuk industri mamin diperkirakan mencapai 1,4 juta ton. Jagung asal AS dinilai memiliki spesifikasi dan standar mutu yang sesuai dengan kebutuhan industri tersebut.

Merespons hal ini, Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jumantoro menilai, pemerintah harusnya konsisten dengan komitmen swasembada pangan. Dia khawatir, jika peluang impor kembali dibuka, akan memperlebar kesempatan negara ini kembali tergantung pada impor. 

Ulil.

(297 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.