Kawan KISS FM,
Penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama terjadinya deflasi month to month di Kabupaten Jember pada Januari 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi bulanan sebesar 0,29 persen yang didorong oleh turunnya harga komoditas strategis, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Jember, Meri Vita Zulfa Faizatin, Senin 2 Februari menyampaikan bahwa kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi minus 1,47 persen dengan andil terhadap deflasi sebesar minus 0,49 persen.
Pada kelompok ini terdapat 11 komoditas utama yang menyumbang deflasi signifikan, dengan empat komoditas terbesar yaitu cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai merah.
Cabai rawit menjadi komoditas dengan andil deflasi terbesar. Penurunan harga cabai rawit mencapai 23,85 persen dengan andil deflasi bulanan sebesar minus 0,15 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya produksi cabai rawit dari petani lokal pada Januari 2026.
Selain itu, harga daging ayam ras juga mengalami penurunan dengan andil deflasi sebesar minus 0,14 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya permintaan masyarakat setelah periode Natal dan Tahun Baru.
Komoditas bawang merah dan cabai merah turut memberikan kontribusi deflasi. Melimpahnya pasokan dari petani lokal maupun dari luar daerah menjadi faktor utama turunnya harga kedua komoditas tersebut.
Sementara itu, telur ayam ras juga mencatatkan penurunan harga dengan andil deflasi sebesar minus 0,05 persen. Selain komoditas utama tersebut, sejumlah bahan pangan dan kebutuhan lainnya seperti kacang panjang, tomat, wortel, labu siam atau jipang, sawi hijau, kangkung, serta bensin turut memperkuat tekanan deflasi pada Januari 2026.
(271 views)