Kawan KISS FM,
Harga jagung di Kabupaten Jember mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta terjadinya panen raya di sejumlah wilayah sentra produksi jagung.
Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia, Jumantoro, Sabtu, 10 Januari 2026 menjelaskan bahwa cuaca basah yang terjadi belakangan ini berdampak langsung pada kualitas hasil panen jagung petani. Selain itu, panen raya yang berlangsung bersamaan di beberapa daerah turut memengaruhi melimpahnya pasokan di pasar.
Dia menyebut, turunnya harga ketika panen raya hampir selalu terjadi setiap tahun. Ia menambahkan, situasi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah, terutama dalam menjaga harga pembelian pemerintah (Hpp) agar petani tidak mengalami kerugian.
Menurutnya, dibutuhkan langkah-langkah konkret dari pemerintah melalui peran Bulog atau lembaga terkait untuk menyerap hasil panen petani. Jika tidak, petani akan selalu dirugikan ketika panen raya tiba.
Saat ini, harga jagung gelondongan di tingkat petani Jember berada pada kisaran Rp2.500 hingga Rp2.800 per kilogram, tergantung kualitas jagung. Angka tersebut masih jauh di bawah harapan petani.
Dia mengatakan, petani sebenarnya berharap harga jagung gelondongan minimal bisa mencapai Rp3.000 per kilogram.
Penurunan harga ini dikhawatirkan akan berdampak pada pendapatan petani jagung di Jember, terutama bagi mereka yang baru saja memasuki masa panen dan menghadapi biaya produksi yang cukup tinggi.
(500 views)