
Kawan KISS FM,
Sejumlah jamaah haji asal Jember yang dijadwalkan berangkat pada 10 dan 15 Mei 2025 harus mengalami perubahan kloter secara mendadak, tepat sehari sebelum keberangkatan. Perpindahan ini merupakan dampak dari kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait penyesuaian syarikah bagi jamaah.
Syarikah adalah badan usaha resmi yang dibentuk Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan layanan kepada jamaah haji, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga maktab (tenda, tempat tinggal) selama di Tanah Suci. Setiap calon jamaah akan mendapatkan surat resmi dari syarikah yang mencantumkan nama dan alamat mereka. Surat ini menjadi salah satu dokumen wajib selain paspor dan visa.
Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember, Achmad Musoddaq, kepada KISS FM, Sabtu 10 Mei mengimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir. Meskipun kabar ini cukup mengejutkan sebagian jamaah, terutama pasangan suami istri yang harus terpisah di kloter berbeda, pihaknya memastikan bahwa mereka tetap dapat bertemu kembali saat sudah tiba di Tanah Suci.
Dia mengatakan, pemindahan kloter ini murni karena penyesuaian dari pihak Arab Saudi. Kebijakan syarikah hanya berdampak pada saat keberangkatan. Setelah tiba di sana, jamaah bisa kembali bersama keluarganya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari penataan administrasi yang diberlakukan secara menyeluruh oleh Pemerintah Arab Saudi. Susunan kloter telah ditentukan langsung dari pihak Pemerintah Arab Saudi.
Mushoddaq juga menambahkan, untuk kloter tambahan yang akan diberangkatkan pada Minggu, 15 Mei 2025, para jamaah akan langsung menuju embarkasi haji tanpa transit di Tanggul, karena jumlahnya relatif sedikit. Sementara itu, jamaah di kloter 50 juga memungkinkan untuk digabung dengan jamaah dari kabupaten lain apabila terdapat kursi kosong atau open seat.
<<<AJ/Ulil
(494 views)