
Kawan KISS FM
Dua pasangan suami istri calon haji dari KBIHU Al-Haromain, tampak syok setelah mengetahui bahwa mereka terpisah dalam keberangkatan ibadah haji. Sang istri tetap berangkat bersama KBIHU Al-Haromain, sedangkan suaminya dipindah ke kelompok bimbingan KBIHU Nurul Qornain. Secara keseluruhan, ada 11 jamaah dari Al-Haromain yang akhirnya harus bergabung dengan jamaah Nurul Qornain dan otomatis berganti kloter.
Situasi ini terungkap dalam acara pelepasan jamaah calon haji KBIHU Al-Haromain yang digelar di Aula Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumber Weringin, Kecamatan Sukowono, pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Wakil Ketua 3 KBIHU Al-Haromain, Nur Hasan, menjelaskan bahwa perpindahan ini terjadi akibat perubahan mendadak pada pramanifes. Informasi tersebut baru diterima pada Jumat, 9 Mei 2025, dan pihaknya langsung menghubungi para jamaah yang terdampak.
Semula, total jamaah Al-Haromain yang tergabung dalam Kloter 34 berjumlah 201 orang. Namun, setelah perubahan pramanifes, jumlahnya berkurang menjadi 189, karena 11 orang dipindah ke Kloter 50 bersama KBIHU Nurul Qornain. Kloter ini baru dijadwalkan berangkat Kamis, 15 Mei 2025.
Perubahan mendadak ini membuat sebagian jamaah kecewa dan marah, apalagi karena waktunya sangat mepet, hanya sehari sebelum jadwal keberangkatan. Khususnya dua pasangan suami istri yang sangat terpukul karena harus berpisah, padahal sang suami memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan pendampingan istri.
Menurut informasi dari Kementerian Agama, pemisahan ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi yang didasarkan pada ketentuan visa haji terbaru.
Nur Hasan mengakui bahwa menjelaskan situasi ini kepada jamaah bukanlah hal mudah. Banyak dari mereka yang protes, terutama pasangan suami istri dan jamaah lansia yang membutuhkan pendamping.
Sementara itu, Kepala Seksi PHU Kantor Kemenag Jember, Nor Sholeh, membenarkan adanya perubahan pramanifes yang baru diterima pihaknya pada H-1, yakni Jumat, 9 Mei 2025.
(546 views)