
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jember berharap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghapuskan utang petani di bank akibat gagal panen bisa terealisasi.
Ketua APTI Jember, Suwarno, kepada Kiss FM, Selasa, 29 Oktober 2024, menyatakan bahwa pada tahun 2023, banyak petani tembakau mengalami gagal panen akibat terendam banjir.
Berdasarkan data Dinas TPHP, di Kecamatan Ambulu dan Wuluhan, tanaman tembakau yang mengalami gagal panen mencapai 3.200 hektare. Luasan tersebut belum termasuk di kecamatan lain, seperti Puger dan Jenggawah.
Suwarno berharap agar rencana Prabowo untuk menghapuskan kredit macet petani akibat gagal panen bisa terealisasi. Sebab, pada tahun 2024 ini, banyak petani tembakau yang belum balik modal akibat jatuhnya harga tembakau.
Sementara itu, melalui keterangan resmi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa rencana pemutihan atau penghapusan kredit macet petani akan dibahas dengan berbagai pihak. Pembahasan dengan lembaga keuangan juga akan dilakukan lebih lanjut.
Menurutnya, ketentuan penghapusan utang petani akan diatur melalui Peraturan Presiden, yang akan menjadi kabar baik bagi petani Indonesia.
Ulil
(572 views)