
Relawan Besromben Jember bersama Tagana, Bakorwil, dan kelompok peduli sosial bernama Rock N Roll melakukan assessment ke sebuah tempat yang cukup terpencil di kawasan Dusun Sumber Petung Barat, Desa Sumberarum, Kecamatan Sumberjambe, Minggu, 6 Oktober 2024. Di dusun tersebut, terdapat 15 kepala keluarga (KK) yang sudah turun-temurun bergantung pada sumber mata air yang sulit dijangkau.
Relawan Bensromben, Maya Cendrawasih, kepada Prosalina, Senin 7 Oktober, mengatakan, untuk menuju titik sumber mata air, warga harus melewati jalan setapak yang cukup sulit. Warga juga harus turun melewati tebing curam sedalam kurang lebih 80 meter.
Menurut Maya, sudah sejak turun-temurun, warga di sana bergantung pada satu sumber mata air tersebut untuk kebutuhan minum, memasak hingga mandi. Sejumlah relawan, ketika turun melewati jalur yang digunakan warga ke sumber mata air, salah satunya harus turun melewati tangga bambu yang panjang sekitar 10 meter.
Maya mengatakan, dari hasil assessment, sumber mata air yang digunakan warga hanya mampu memenuhi botol mineral dengan volume 600 mili liter selama 9 detik. Untuk itu, warga setiap hari harus mengambil air menggunakan jerigen 10 liter.
Kondisi tersebut membuat warga juga membatasi diri hanya mandi satu hari sekali, terutama pada musim kemarau saat ini. Sementara jika digunakan untuk wudhu di waktu solat dhuhur, diupayakan tidak batal hingga ashar, atau jika perlu hingga isyak.
Selainnya, jika sudah memasuki musim hujan, mereka tidak akan menyia-nyiakan. Air hujan akan ditampung untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan lain sebagainya.
(832 views)