Antisipasi Peningkatan Kasus DBD, Dinkes Jember Perintahkan PSN di Seluruh Desa

Untuk memutus rantai perkembangan biakan nyamuk pembawa virus demam berdarah dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember memerintahkan seluruh Puskesmas di tiap kecamatan untuk melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di wilayah desanya masing-masing.

Hal ini dilakukan secara bertahap sepanjang bulan Oktober 2024 karena mengantisipasi tren peningkatan kasus DBD yang selalu dimulai di bulan November. Sebab saat ini sudah menghadapi musim pancaroba dari kemarau ke penghujan.

Kepala Dinas Kesehatan Jember, Dr. Hendro Soelistijono, Sabtu, 5 Oktober, mengatakan tren peningkatan kasus DBD tersebut sudah dia pelajari dari kasus 5 tahun terakhir. Pada bulan November, memasuki musim penghujan, kasus DBD di Jember dari tahun ke tahun mulai meningkat, kemudian puncak kasus DBD juga seringkali terjadi di bulan Januari hingga Maret.

Pada puncak kasus DBD di tahun 2024, jumlah kasus bahkan mencapai 500-700 kasus. Baru kemudian mulai melandai di bulan April dan Mei. Untuk itu, belajar dari tahun-tahun sebelumnya, dia berharap rantai perkembangan biakan nyamuk yang membawa virus DBD bisa diputus.

Salah satunya melalui kegiatan PSN di desa-desa, melibatkan kader posyandu untuk memeriksa di masing-masing rumah warga.

Hendro mengatakan langkah fogging merupakan jalan terakhir untuk memberantas sarang nyamuk. Namun sebelum ke sana, jauh lebih baik dengan memberantas sarang nyamuk.

Sebelumnya, warga di lingkungan RW 27 Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, bersama 3 pilar, kembali melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk pada Jumat, 4 Oktober 2024 kemarin.

Warga sekaligus diimbau untuk melaksanakan 3 M (menguras, mengubur, menutup) potensi sarang nyamuk dalam 3 hari sekali.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa di lingkungan RW 27 Kelurahan Kebonsari terdapat 6 rumah dinyatakan positif jentik nyamuk.

Ulil

(764 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.