
Viral video sejumlah warga di Desa Mrawan, Kecamatan Mayang mendatangi kepala desanya. Mereka menyatakan kekecewaannya, lantaran rencana parade sound horeg gagal karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian.
Ketua Panitia Parade Sound Horeg, Abdur Rahman, Selasa 20 Agustus mengatakan, persiapan parade sound horeg dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-79 di Desa Mrawan sudah mencapai 99 persen.
Dia menyebut, sekelompok warga sudah iuran sebesar Rp250 ribu-an secara sukarela untuk mendatangkan sound horeg. Bahkan, dari total harga sewa Rp48 juta, kelompok warga itu sudah membayar uang muka sebesar Rp2 juta.
Namun, setelah pelaksanaan kurang dari satu hari, ternyata parade sound itu tidak mendapatkan izin.
Warga mengira bahwa kegiatan tersebut tidak mendapatkan izin karena kepala desa.
Abdur Rahman sendiri sudah berusaha memberikan penjelasan kepada warga, namun sebanyak 30 warga tetap berbondong-bondong mendatangi rumah kepala desa.
Sementara itu, Kepala Desa Mrawan, Salim mengatakan, sejumlah warga yang mendatangi rumahnya terjadi pada Sabtu malam 17 Agustus lalu. Warga mendatangi rumahnya lantaran tidak mengetahui bahwa yang melarang kegiatan parade sound horeg adalah Polres Jember. Mereka mengira kegiatan tersebut dilarang oleh kepala desa.
Setelah bermusyawarah hingga pukul 11.00 WIB, warga akhirnya bisa memahami. Kelompok masyarakat yang berencana mendatangkan sound horeg tetap bisa mengikuti karnaval pada tanggal 18 Agustus 2024 lalu, dengan mendatangkan sound pengganti, bukan sound horeg.
(879 views)