
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, Suko Winarno, mengimbau kepada para ASN untuk mengganti password secara berkala melalui fitur lupa password di MyASN.
Imbauan ini, kata Suko, sesuai dengan surat edaran dari Badan Kepegawaian Negara, menyusul kabar adanya kebocoran 4,7 juta data milik aparatur sipil negara (ASN) pada Minggu, 11 Agustus 2024.
Pihak peretas mengklaim telah mendapatkan data-data ASN, antara lain nama, tempat dan tanggal lahir, gelar, NIP, nomor SK CPNS, nomor SK PNS, golongan, jabatan, instansi, alamat, nomor identitas, nomor telepon, HP, email, hingga pendidikan.
Peretas juga menawarkan seluruh data itu ke forum jual beli hasil peretasan, dengan harga 10 ribu US Dollar atau senilai Rp 159,4 juta. Mereka juga membagikan sampel berisi data 128 ASN di berbagai instansi di Aceh.
Lebih lanjut, Suko mengatakan bahwa berdasarkan imbauan resmi tersebut, pihak BKN bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan identifikasi dan investigasi atas munculnya isu dugaan kebocoran data ASN.
BKN memastikan dugaan gangguan ini tidak berdampak pada layanan manajemen ASN, sehingga tidak mengganggu proses berjalannya sistem elektronik yang diakses oleh masyarakat.
Terkait kebocoran data tersebut, pihak BKN akan memberikan informasi lebih lanjut.
(815 views)