
Anggota KPU Jember, Zeni Musafa, mengatakan proses pencocokan dan penelitian (Coklit) calon pemilih untuk Pilkada Jember 2024 telah tuntas 100 persen sejak Rabu 24 Juli 2024. Kini pihaknya tinggal menuntaskan proses upload ke SIDALIH (Sistem Informasi Data Pemilih).
Dia mengatakan selama proses Coklit, ada sejumlah kendala yang dialami para petugas di lapangan, mulai dari masalah geografis yang jauh hingga para pekerja yang tidak ada di rumah.
Usai proses Coklit tuntas, kini KPU Jember juga memetakan kembali sebaran tempat pemungutan suara (TPS) di 31 kecamatan.
Mulanya, jumlah TPS yang tersebar di 248 kelurahan-desa untuk Pilkada 2024 direncanakan berjumlah 3.990. Namun, pihaknya menyebut ada peluang jumlah TPS tersebut bertambah, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau.
Penambahan TPS kemungkinan akan diterapkan di 12 kecamatan. Hingga kini, pihaknya masih mendata detail kecamatan tersebut.
Penambahan TPS ini juga bagian dari upaya meningkatkan partisipasi pemilih. Semakin dekat pemilih dengan TPS, maka potensi untuk mau datang menyalurkan suaranya juga tinggi.
Sebelumnya, pada Pemilu 2024 kemarin, jumlah tempat pemungutan suara tercatat sebanyak 7.706 TPS yang tersebar pada 248 desa/kelurahan. Melihat jumlah tersebut, tentu TPS untuk Pilkada sudah berkurang hampir 50 persen.
Sebelumnya diberitakan, KPU Jember menargetkan partisipasi pemilih sekitar 65 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) atau sekitar 1,2 juta jiwa, dari total jumlah pemilih yang diperkirakan mencapai 1.971.809 orang.
(686 views)