Gandeng Media Massa, UIN KHAS Jember Berharap Bisa Menjadi Perguruan Tinggi Islam Mendunia

UIN KHAS saat undang awak media satukan misi

Rektor Universitas Islam Negeri KH Ahmad Shiddiq (UIN Khas), Profesor Dr. Hefni Zein, menyatakan kampusnya terus berbenah, dengan menggandeng media massa, menjadi perguruan tinggi Islam di ujung timur Pulau Jawa, yang mendunia.

Menurut dia, ada 20 media massa yang sudah siap menandatangani MOU untuk menjadi media partner dengan paradigma kerja sama.

Tentu harapannya nanti adalah saling menguntungkan, mengingatkan, dan menguatkan. Produk berita tentang UIN Khas Jember yang dibuat di media massa partner nanti, akan disupport 59 perguruan tinggi keagamaan Islam Negeri se-Indonesia.

Tentu kerja sama ini, lanjut dia, dengan tujuan untuk mencapai target dalam empat tahun ke depan.

Meski demikian, lanjut dia, kerjasama ini, bukan membeli jasa, tapi ada unsur kekeluargaan. Ada pertalian hati, jeritan UIN Khas juga menjadi jeritan teman-teman media. Tentu keberadaan media partner ini tidak harus selalu mempublikasikan kegiatan UIN Khas Jember, tetapi juga bisa memberikan kritik membangun.

Profesor Hefni juga menjelaskan, selama enam bulan memimpin UIN Khas, pihaknya sudah berhasil mencapai target-target krusial kelembagaan, di antaranya capaian akreditasi unggul setingkat program studi (Prodi), terpilihnya kampus sebagai pilot project zona integritas, kemudian terpilih sebagai role model k
apasitas Satuan Pengawas Internal, hingga peluang tercapainya akreditasi perguruan tinggi unggul berdasarkan keseluruhan Prodi di 5 fakultas.

Menurutnya itu capaian sejarah, yang terjadi di UIN Khas Jember. Namun capaian itu bukan sesuatu yang final, melainkan perlu lompatan tinggi lainnya yang mengarah pada peningkatan UIN Khas Jember, agar semakin memiliki daya saing tinggi.

Dijelaskan Prof Hefni, sudah saatnya UIN Khas Jember memberikan catatan sejarah baru. Sebab upaya yang dilakukan hari ini, buahnya baru akan bisa dipetik di kemudian hari. Ibarat menanam kelapa, buahnya tidak bisa dipetik hari ini, tapi akan dipetik generasi antara 10 hingga 20 tahun mendatang.

Hafit.

(857 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.