
Wakil Bupati Jember Gus Firjaun Barlaman menyinggung soal penanganan stunting di Kabupaten Jember yang belum maksimal. Karena itu Gus Firjaun menganggap perlu melakukan evaluasi terhadap program percepatan penanganan stunting di Jember.
Kepada sejumlah wartawan Gus Firjaun mengatakan, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia atau SKI, stunting di Kabupaten Jember pada tahun 2022 lalu mencapai 34,9 persen. Sedangkan pada tahun 2023 turun menjadi 29,7 persen.
Kendati mengalami penurunan sebesar 5,2 persen, namun stunting di Jember cukup tinggi dibanding kabupaten tetangga.
Sejauh ini Pemkab Jember sudah berupaya menekan angka stunting. Salah satunya melalui program bantuan telur.
Bahkan Pemkab Jember juga sempat memberikan bantuan berupa program budidaya ikan dan ayam, namun gagal berkembang. Para penerima manfaat tidak bisa mengembangkan usahanya itu, padahal pakan sudah dibantu Pemkab Jember.
Lebih jauh Gus Firjaun mengatakan, selain melalui program bantuan, Pemkab Jember berupaya menekan stunting dengan menekan pernikahan anak. Sebab, pernikahan anak juga menjadi salah satu penyumbang kelahiran balita dengan kondisi stunting.
<<<<<rusdi
(686 views)