
Badan Pusat Statistik (BPS) Jember mengingatkan agar Pemkab melalui tim pengendalian inflasi, harus memperhatikan tingginya harga sejumlah kebutuhan dapur, seperti bawang merah dan tomat.
Kepala BPS Jember Tri Erwandi mengatakan, bila tidak segera diantisipasi, sejumlah komoditas dapur ini akan memicu inflasi yang tinggi di bulan Mei 2024. Sebab, banyaknya jumlah penduduk di Jember membuat kebutuhan dengan bahan masakan cukup tinggi.
Apalagi, kata Tri, Jember masih menggantungkan kebutuhan bawang merah dari luar kota. Kondisi ini juga akibat dari kondisi cuaca yang kurang mendukung untuk penanaman bawang merah.
Tri mengatakan, bawang merah di bulan April telah menyumbangkan inflasi tertinggi di jember sebesar 27,67 persen dengan andil 0,10 persen. Sementara tomat, jadi penyumbang inflasi tertinggi kedua sebesar 27,51 persen dengan andil 0,06 persen.
Sementara itu, berdasarkan data dari Disperindag Jatim, harga bawang merah di Jember per Sabtu 4 Mei, masih berkisar Rp 49.200 per kg, dan tomat Rp18.200 per kg.
Lebih lanjut, Tri juga mengingatkan agar pemerintah memantau harga beras dan cabai yang sudah mulai terkendali. Jangan sampai dua komoditas langganan penyumbang inflasi tersebut kembali muncul di bulan Mei.
<<<<ulil
(780 views)