
Dwi Taufik, Sekretaris PHRI Jember
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ikut menyoroti masih banyaknya warung atau rumah makan dengan omzet besar di Kabupaten Jember, namun masih menggunakan tabung LPG 3 kilogram.
Kendati demikian, pihaknya meminta kepada masyarakat melapor bila menemukan ada restoran yang di bawah naungan PHRI masih menggunakan tabung LPG 3 kilogram.
Sekretaris PHRI Jember, Dwi Taufik mengatakan, di Jember sendiri terdapat 45 hotel dan restoran. Dari jumlah tersebut, 5 diantaranya merupakan hotel berbintang dan sisanya kelas melati. PHRI sendiri telah melakukan sosialisasi agar hotel dan restoran tidak menggunakan LPG 3 kilogram bersubsidi.
Dwi tidak segan melakukan tindakan teguran kepada anggotanya yang masih menggunakan tabung LPG 3 kilogram. Secara organisasi, ia akan memberikan surat teguran, dilanjutkan dinas terkait dan kepolisian memberikan teguran hingga penutupan.
Berdasarkan catatan pertamina yang diterima Disperindag, kuota LPG 3 kilogram di Jember mencapai 68.000 ton per tahun, sehingga kebutuhan per bulannya mencapai rata rata 54 ton.
Hingga Juli 2023, konsumsi LPG 3 kilogram di Jember bahkan sudah melampaui batas kuota 2,3 persen. Untuk itu, masyarakat diminta tidak panik buying, atau cukup membeli LPG 3 kilogram sesuai kebutuhan. (Ulil)
