Dampak kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, volume kendaraan yang melintas di jalur Jember-Banyuwangi meningkat. Polisi mencatat peningkatan tersebut antara 30 sampai 40 persen.
Kapolsek Sempolan, AKP Muhammad Na’i, mengatakan, akibat kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang, para pengendara baik roda empat maupun roda dua banyak yang mengambil jalur Jember-Banyuwangi atau sebaliknya, sehingga, volume kendaraan yang melintas di jalur Jember-Banyuwangi mengalami peningkatan, 30 sampai 40 persen dari volume setiap harinya.
Meski demikian, Na’i memastikan arus lalu lintas hingga saat ini masih lancar, hanya sedikit terganggu dengan sistem buka tutup di lokasi proyek pembangunan plengsengan. Beberapa anggota Polsek Sempolan juga sudah disebar ke sejumlah titik rawan macet, termasuk persimpangan untuk memantau dan mengatur arus lalu lintas.
Lebih jauh Na’i mengimbau para pengendara agar tetap berhati-hati. Apalagi saat ini cuaca di Kabupaten Jember sedang mendung, dan berpotensi turun hujan yang dapat menyebabkan jalan menjadi licin.
Diketahui, kemacetan pelabuhan Ketapang Banyuwangi disebabkan jumlah pengguna jasa yang mengalami peningkatan, sejak masa libur sekolah. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat kenaikan pengguna jasa Pelabuhan Ketapang mencapai 541 persen. (Rusdi)

