Ferkushi Jatim Minta Bupati Jember Memfasilitasi Kurash yang Tak Diakui Jadi Cabor Anggota KONI Jember

Ketua Umum Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Provinsi Jawa Timur, Insinyur Abduh Mohammad Mattalitti, meminta Bupati Jember Hendy Siswanto, memfasilitasi pembahasan Cabang Olahraga (Cabor) Kurash, yang belum diakui KONI Jember.
    
Dalam surat Federasi Kurash Indonesia Jawa Timur, nomor 4.1/ferkushi.IV/2023, Abduh menjelaskan bahwa Ketua Ferkushi Jatim, memohon kepada bupati Jember, untuk memfasilitasi pembahasan dan tindak lanjut mengenai kondisi Cabor Kurash di Jember.
 
Sebab, Kurash saat ini, sudah diakui oleh KONI Pusat, namun tidak diakui sendiri oleh KONI Jember. KONI Jember beralasan bahwa Cabor Kurash dianggap melanggar AD ART organisasi jika ditetapkan sebelum kepengurusan berumur 2 tahun. Ia menyatakan tidak ingin Kurash Jember menjadi kontingen liar pada Porprov tahun 2023. Ini namun dapat mewakili Jember.
      
Hal senada disampaikan Ketua Ferkushi Jember, Ahmad Fahrur Rozi. KONI Jember menerapkan standar ganda dalam keanggotaan cabor di KONI Jember. Sebab, tahun 2022 lalu, saat Jember jadi tuan rumah Porprov Jatim, ada 5 Cabor yang langsung diakui KONI Jember. Salah satunya Cabor Ikatan Olah Raga Dance Sport Indonesia (IODI). Padahal kepengurusan IODI belum sampai 2 tahun.
      
Diketahui, olahraga Kurash merupakan cabang olahraga baru di indonesia, termasuk di Jember. Kurash adalah jenis olahraga bela diri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengenakan baju khusus. Olahraga ini berasal dari wilayah Tatarstan Asia Tengah atau yang sekarang dikenal dengan wilayah Uzbekistan dan mulai populer di Indonesia.
     
Meski menjadi Cabor  tergolong baru di Jember, namun Kurash Jember telah menyumbangkan medali pada Kejurprov yang di selenggarakan oleh Ferkushi Jatim, akhir tahun 2022 lalu. Kurash berhasil mendapatkan 5 medali yaitu 3 medali perak dan 2 medali perunggu. (Hafit)

(483 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.