Tak Masuk Kawasan 3T, Pemkab Jember Nego Harga Rute Jember-Surabaya dengan Susi Air

Pemerintah Kabupaten Jember sempat melakukan negosiasi harga tiket pesawat Susi Air rute Jember-Surabaya karena tidak memiliki jatah subsidi dari Kementerian Perhubungan. Sebab, Jember tidak masuk daerah Tertinggal, Termiskin, dan Terisolir (3T).

Pesawat Susi Air dibidik jadi pengganti pesawat Cessna Grand Caravan milik PT Amaya setelah tidak lagi beroperasi di Bandara Notohadinegoro Jember.

Kepala Dinas Perhubungan Jember, Agus Wijaya, mengatakan, hingga kini belum ada kesepakatan dan kepastian maskapai Susi Air akan mengisi rute Jember-Surabaya. Pihaknya masih melakukan negosiasi tiket non subsidi yang dipatok seharga Rp1 juta 250 ribu.

Untuk rute Jember-Sumenep sendiri, memang mendapatkan subsidi dari Kementerian Perhubungan karena dinilai layak untuk mendapatkan subsidi. Sementara rute Surabaya-Jember sudah tergolong perlintasan komersial.

Agus menambahkan, subsidi penerbangan Jember-Sumenep belum ditentukan batas waktunya. Pihaknya hanya menyebut program dari Kemenhub bisa dicabut ketika penumpang rute Jember-Sumenep dan sebaliknya sepi.

Okupansi penerbangan dari Jember menuju Sumenep berkisar lebih dari 50 persen. Sementara dari Sumenep ke Jember masih 40 persen. Pihaknya telah melakukan perubahan jadwal penerbangan Susi Air Jember-Sumenep dari siang menjadi pagi hari agar okupansi penumpang kembali naik. (Ulil)

(627 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.