Sampai hari ini tercatat baru 20 persen SMP negeri dan swasta di Jember yang sudah melakukan vaksin kepada siswanya. Demikian disampaikan anggota komisi D DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo, usai menemui dinas pendidikan dan dinas kesehatan provinsi Jawa Timur di Surabaya Rabu, 22 September 2021 siang.
Ardi menjelaskan, komisi D DPRD Jember melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, untuk menindaklanjuti hasil hearing bersama dinas pendidikan dan dinas kesehatan beberapa waktu lalu, yang membahas tentang persiapan pembelajaran tatap muka.
Dari data yang ada lanjut Ardi, tercatat di Jember ada 300 SMP negeri dan swasta. Dari jumlah tersebut ternyata baru 20 persennya saja yang sudah melakukan vaksinasi. Sebagian masih dalam tahap mengusulkan, sebagian sisanya bahkan mengusulkan saja masih belum.
Ardi khawatir jika tidak segera dilakukan vaksinasi masal di seluruh sekolah, justru akan mengganggu rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Karena itu Ardi minta agar Dinkes Jatim memberikan kuota tambahan vaksin jenis Sinovac, khusus diberikan untuk siswa SMP di Jember.
Ardi juga mendesak bupati Jember Hendy Siswanto segera melakukan langkah kongkrit. Sebab jika vaksin belum dilakukan secara menyeluruh, di khawatirkan pembelajaran tatap muka akan berdampak terhadap kenaikan kasus covid di Kabupaten Jember.
(716 views)