Puluhan warga asal Banyuwangi yang hendak berbelanja ke Kabupaten Jember, Minggu kemarin terpaksa diminta putar balik kembali ke Banyuwangi saat melintas di pos penyekatan Desa Garahan Kecamatan Silo.
Kapolsek Sempolan AKP Suhartanto menjelaskan, sejak awal didirikan pos penyekatan di perbatasan Jember-Banyuwangi, tidak ada satupun pemudik yang melintas di pos tersebut. Hanya ada warga lokal Jember dari dataran atas desa Garahan yang sering melintas di pos penyekatan. Ini menjadi salah satu bukti bahwa pos penyekatan di perbatasan Jember-Banyuwangi itu sangat efektif, sehingga tidak ada warga mudik lokal.
Sejak awal awal lanjut Suhartanto, hanya warga lokal Jember, yakni dari dataran atas Desa Garahan yang bisa dengan bebas melintas melewati pos penyekatan Desa Garahan.
Sementara untuk warga Banyuwangi ada beberapa yang diperbolehkan karena mereka punya kepentingan berobat ke Jember dengan dibuktikan dengan adanya surat rujukan. Sementara pulahan warga Banyuwangi lainnya yang hanya bertujuan berbelanja terpaksa diminta putar balik dan kembali ke Banyuwangi.
Lebih lanjut Suhartanto menjelaskan, pos Garahan tidak menyekat warga asal Jember yang melintas. Namun dipastikan mereka nantinya juga akan diputar balik saat melintas di pos penyekatan yang berada di Kalibaru Banyuwangi jika memang tidak ada kepentingan yang urgen pergi ke Banyuwangi.
(1.320 views)