Manajer PT PLN UP3 Jember Hamzah memastikan informasi yang tersebar di pesan whatsapp mengenai subsidi listrik merupakan kabar bohong atau hoaks.
Saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya Hamzah menjelaskan, pasca tersebarnya link subsidi listrik dengan mencatut nama pln pihaknya langsung berkoordinasi dengan kantor distribusi. Dari situlah diketahui bahwa kabar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya atau hoaks. Hamzah mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dan mengisi data di link website yang diragukan kebenarannya.
Sebab selama ini lanjut Hamzah, PLN belum pernah membenarkan subsidi atau stimulus listrik dengan memasukkan data diri. Terlebih mengisi kuisioner yang berisi informasi pribadi yang dapat disalahgunakan.
Mengenai subsidi listrik lanjut Hamzah, langsung otomatis didapatkan pelanggan apabila pascabayar berupa diskon tagihan rekening listrik pelanggan. Sementara untuk prabayar diberikan saat pembelian token listrik jadi tidak perlu lagi mengakses token baik di web, layanan whatsapp maupun PLN Mobile.
Diketahui sebagai bentuk perlindungan sosial di tengah pandemi Covid-19, PLN menjalankan keputusan pemerintah untuk tetap memberikan stimulus listrik pada periode bulan April – Juni 2021, yakni bagi pelanggan rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA. Selain itu juga ada pelanggan bisnis kecil dengan daya listrik 450 VA dan industri kecil daya listrik 450 VA.
(855 views)