Diduga tahan tidak kuat selalu terlibat cekcok dengan istrinya, seorang pria bernama Abdul Baki warga Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, di sebuah gubuk dekat sawahnya sendiri.
Kapolsek Jenggawah AKP M Ma’ruf menceritakan, awalnya mayat korban ditemukan ditemukan oleh warga bernama Muis saat hendak menyemprotkan pestisida ke tanaman padinya yang berada Desa Jatirejo Kecamatan Jenggawah. Saat ditemukan korban dalam keadaan masih menggantung di atas gubuk menggunakan seutas tali plastik.
Atas kejadian tersebut saksi melapor ke perangkat desa yang kemudian dilanjutkan ke Polsek Jenggawah. Saat itu juga Unit Reskrim Polsek Jenggawah turun ke lokasi mengevakuasi korban. Melihat korban yang mengeluarkan mani, keluar air liur, lidahnya yang tergigit serta tangannya yang mengepal, diduga kuat korban meninggal murni karena gantung diri. Di TKP polisi juga menemukan kursi terbuat dari bambu yang diduga digunakan sebagai pijakan awal korban.
Menurut keterangan sejumlah saksi, termasuk keluarga korban, korban kerap kali terlibat cekcok dengan istrinya. Diduga karena tidak tahan dengan ikatan keluarga yang tidak harmonis itu korban akhirnya memilih mati dengan bunuh diri.
Lebih jauh Ma’ruf menjelaskan, awalnya korban sering pulang ke rumah anaknya yang berada di Sukowono. Namun tiga tahun terakhir korban memilih tinggal bersama saksi bernama Muis. Karena keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, akhirnya langsung diserahkan untuk dimakamkan.
(805 views)