20.259 Pendaftar SNMPTN Gagal Masuk Unej

Sebanyak 22.531 siswa mendaftar masuk Universitas Jember lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2021. Dari jumlah tersebut hanya sebanyak 2.272 pendaftar yang dinyatakan lulus.

Wakil Rektor I Universitas Jember Bidang Akademik, Profesor Slamin menjelaskan jumlah pendaftar jalur SNMPTN dari seluruh Indonesia sebanyak 22.53, dan sebanyak 4.319 di antaranya adalah mereka yang masuk dengan fasilitas bantuan biaya pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar-Kuliah atau KIP-K. Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya hanya 2.272 peserta yang dinyatakan lulus, sementara 20.259 pendaftar lainnyadinyatakan gagal.

Dengan cukup tingginya jumlah pendaftar SNMPTN 2021, menjadikan Universitas Jember sebagai Universitas Jember sebagai PTN nomor delapan di Indonesia yang paling banyak diminati siswa.

Bagi pendaftar yang dinyatakan lulus lanjut Slamin wajib mengikuti kegiatan verifikasi berkas pada 24 Maret hingga 2 April 2021, yang kemudian dilanjutkan dengan registrasi yang dilaksanakan pada tanggal 7 hingga 16 April 2021 secara daring. Sementara kepada pendaftar yang belum berhasil Slamin berharap agar tidak berputus asa karena masih ada jalur seleksi lain, yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Se-Besuki Raya atau SBMPTBR.

Lebih jauh Slamin menjelaskan, dilihat dari data pendaftar, untuk rumpun Sains Teknologi, posisi pertama ditempati Program Studi Farmasi dengan jumlah pendaftar sebanyak 1.342 siswa sementara bangku yang ada hanya 48. Sementara di rumpun Sosial Humaniora, di peringkat pertama ada Program Studi Manajemen dengan pendaftar mencapai 1.260 siswa dengan kursi tersedia hanya untuk 60 orang saja.

Selanjutnya diikuti oleh Program Studi Ilmu Hukum dengan peminat sebanyak 844 peserta dengan kuota sebanyak 135 kursi. Di posisi ketiga ada 759 siswa yang mendaftar ke Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, sedangkan kuota yang ada hanya untuk 40 orang. Kemudian diikuti oleh Program Studi Akuntansi dan Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis di urutan keempat dan kelima.

(653 views)