Pasien corona di Jember bertambah 2 lagi sehingga saat ini total tercatat 11 orang pasien positif. 2 pasien baru tersebut satu diantaranya merupakan siswa SMP berusia 14 tahun warga Kelurahan Kepatihan Kaliwates, yang ayahnya meninggal beberapa waktu lalu dengan status ODP.
Menurut kepala dinas infokom Jember Gatot Triono, pasien 10 merupakan siswa SMP yang memiliki riwayat tinggal serumah dengan ODP dengan hasil rapid test reaktif, yang meninggal tanggal 8 April lalu. Karena khawatir terjadi penularan, tanggal 9 April dilakukan rapid test terhadap seluruh anggota keluarga, dan hasilnya untuk pasien 10 ini juga reaktif.
Sehingga untuk memastikan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa swap PCR tanggal 11 April, tanggal 28 April baru keluar hasilnya positif corona. Selasa sore pasien 10 ini dijemput oleh petugas di rumahnya untuk menjalani isolasi di rumah sakit rujukan. Namun Gatot tidak bersedia menyebutkan di rumah sakit mana pasien 10 ini menjalani isolasi. Meski demikian pasien 10 ini kondisinya cukup bagus tanoa ada keluhan apapun, sehingga masuk kategori Orang Tanpa Gejala atau OTG.
Sedangkan untuk pasien 11 Gatot menjelaskan, Warga desa Klungkung Sukorambi bwrusia 50 tahun, yang merupakan pegawai salahsatu perguruan tinggi negeri di Jember. Pasien 11 ini memiliki kontak erat dengan pasien 2, 3 dan 6, dimana mereka pernah satu mobil sepulang dari mengikuti pelatihan petugas haji di asrama haji Sukolilo Surabaya beberapa waktu lalu.
Dari hasil rapid test pertama tanggal 13 Maret hasilnya non reaktif. Kemudian dilakukan rapid test kedua tanggal 31 Maret, ternyata hasilnya reaktif sehingga langsung dilanjutkan dengan Swap PCR yang hari ini baru keluar hasilnya posirif corona. Dengan penambahan ini di kabupaten Jember tercatat 11 orang positif dwngan rincian 1 orang sembuh, 9 orang masih dirawat di rumah sakit dan 1 orang mwninggal dunia.
(1.210 views)