Sejumlah aktivis Forum Masyarakat Tertindas atau Format, selasa siang mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Jember. Mereka mendesak Kejari Jember untuk terus meningkatkan profesionalismenya dalam menyikapi persoalan yang terjadi di Kabupaten Jember.
Koordinator Format Kustiono Musri kepada sejumlah wartawan menjelaskan, sudah bertahun-tahun nilai demokrasi di Kabupaten Jember tidak ditegakkan karena ketidakmampuan pihak eksekutif. Hal tersebut kemudian diperparah dengan adanya kemesraan dengan Kejaksaan Negeri Jember selaku pihak yudikatif sengaja dibangun, sehingga saat itu di Jember seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Meski demikian Kustiono mengapresiasi kinerja legislatif Kabupaten Jember yang akhir-akhir ini sudah mulai kembali ke fungsinya yang sebenarnya. Meskipun kesadaran tersebut tidak diikuti oleh pihak eksekutif.
Agar kemesraan eksekutif dan yudikatif tidak terulang kembali lanjut kustiono, pihaknya sengaja mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Jember, untuk mendesak agar kejaksaan terus meningkatkan profesiolisme kerjanya dalam menyikapi persoalan yang ada di Kabupaten Jember. Agar nilai-nilai demokrasi di Kabupaten Jember dapat ditegakkan.
Sementara Kasi Pidus Kejaksaan Negeri Jember Setyo Adhi Wicaksono menjelaskan, pihaknya sudah berupaya melaksanakan tugas dan wewenangnya secara profesional. Jika ada beberapa kasus yang penanganannya terkesan lama, itu murni karena jumlah personil yang dimiliki Kejaksaan Negeri Jember terbatas, ditambah ada beberapa penyidik yang sempat sakit hepatitis.
Setyo berjanji pihaknya akan terus meningkatkan pofesionalisme kerja setiap menangi persoalan di Kabupaten Jember, termasuk dugaan korupsi proyek rehab pasar, proyek RTH dan beberapa kasus lainnya.
