Agar tidak menimbulkan polemik seperti Jfc beberapa waktu lalu, Ketua Mui Jember Halim Subahar minta Pemkab mengkaji ulang pelaksanaan Tajemtra, agar tidak berbenturan dengan waktu sholat.
Halim mengaku sudah menyampaikan kepada Pemkab Jember, dan sepakat akan dikaji lebih awal sebelum pelaksanaan Tajemtra 31 agustus mendatang. salah satu yang akan dikaji terkait jadwal pelaksanaannya yang secara tidak langsung berbenturan dengan jadwal sholat.
Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab peserta, tapi juga tanggung jawab pemkab sebagai pihak yang memfasilitasi. karena itu halim meminta Pemkab memcari solusi terbaik, bagaimana agar Tajemtra bisa tetap terlaksana tetapi juga tidak menabrak jadwal sholat.
Sementara Bupati Jember Faida mengakui, memang semua agenda kegiatan di Jember perlu dilakukan pembenahan. seperti Tajemtra misalnya, perlu dipikirkan apakah nantinya akan dilaksanakan pagi hari agar tidak menabrak jadwal sholat, atau ada skorsing sejenak untuk memberikan kesempatan peserta melaksanakan sholat.
(1.000 views)