Meski proses belajar mengajar sudah dimulai, Surat Penugasan GTT yang baru belum juga turun. Akibatnya seluruh GTT kembali kebingungan harus mengajar di mana, karena SP yang mereka terima terdahulu hanya berlaku sampai bulan Juni lalu.
Ketua PGRI Jember Supriyono mengaku mendapat banyak laporan dari GTT, dan meminta bantuan agar PGRI menanyakan pesoalan ini. Namun sayangnya sampai saat ini pihak dinas pendidikan sendiri belum memberikan informasi yang jelas, kapan SP GTT akan diterbitkan.
Gtt lanjut Supriyono, merasa kebingungan karena status mereka makin tidak jelas, dan di gantung oleh Dinas Pendidikan. Bahkan pihak sekolah juga tidak tahu apa yang harus dilakukan, selain menunggu keputusan Dinas Pendidikan ataupun dari Bupati.
Supriyono berharap Bupati ataupun Dinas Pendidikan segera memberikan kejelasan, agar GTT bisa tenang dan kegiatan belajar mengajar yang sudah dimulai hari ini bisa berjalan normal.
(906 views)