Untuk kedua kalinya Dinas Pendidikan mangkir, saat diundang hearing bersama DPRD dan PGRI Jember, untuk membahas kelanjutan nasib GTT-PTT Kamis siang.
Sholeh salah satu Pengurus PGRI Jember, mengaku kecewa dengan tidak hadirnya pihak Dinas Pendidikan. Padahal saat ini GTT-PTT sudah genap satu tahun tidak menerima honor. Mestinya Dinas Pendidikan hadir untuk menjelaskan, sehingga dirinya bisa menjawab ketika ditanya oleh GTT-PTT.
Jika memang Kepala Dinas berhalangan hadir, harusnya bisa mewakilkan kepada Sekretaris Dinas atau Kepala Bidang. Sholeh mengaku kebingungan, karena hampir setiap hari dirinya ditanya oleh GTT-PTT.
Sementara Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi mengatakan, Kamis pagi DPRD Jember menerima surat dari Dinas Pendidikan, yang mengatakan bahwa Kepala Dinas berhalangan hadir, karena harus mengikuti acara di Kejaksaan Negeri Jember bersama TP4D.
Namun ketika dihubungi melalui telefon selularnya, Serketaris Dinas Pendidikan menyanggupi akan menghadirkan Kepala Bidang, untuk mengikuti hearing di DPRD. Namun nyatanya sampai hearing berakhir tidak ada satupun perwakilan Dinas Pendidikan.
Ayub mengaku heran, kenapa Dinas Pendidikan terkesan menghindar untuk menyelesaikan persoalan GTT-PTT ini. DPRD berencana akan kembali memanggil Dinas Pendidikan untuk ketiga kalinya tanggal 2 januari mendatang. Jika kembali tidak hadir lanjut Ayub, DPRD tidak akan meredam lagi apapun yang akan dilakukan GTT-PTT.
