Untuk mempercepat layanan keuangan digital, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jember Rabu siang melaunching Layanan Keuangan Digital atau LKD, di Pondok Pesantren Nurul Islam Antirogo Jember. Kedepan rencananya di Kabupaten Jember ada lima Pondok Pesantren, yang akan menjadi target percontohan pelayanan keuangan digital.
Deputi Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Pusat Apep Mukhammad Komara menjelaskan, Pondok Pesantren Nuris merupakan Pondok Pesantren yang pertama menjadi tempat peresmian Layanan Keuangan Digital,, rencananya tidak lama lagi juga akan dilaunching LKD 4 Pondok Pesantren lain di Jember.
Dengan diresmikannya LKD di Pondok Pesatren Nuris ini lanjut Apep, diharapkan santri lebih mudah untuk menggunakan layanan non tunai, yang selama ini masih banyak menggunakan cara konvensional. Dengan LKD ini seluruh santri yang ada di Ponpes Nuris, melakukan semua transaksi keuangan secara digital, yang dapat diawasi langsung oleh orang tua masing-masing di rumah melalui aplikasi berbasis android.
Lebih lanjut Apep menjelaskan, selain masuk ke Pondok Pesantren, rencananya Bank Indonesia juga akan menggandeng sejumlah lembaga agama lainnya. Hingga saat ini lanjut Apep, sudah ada 12 Daerah Tingkat 1 dan 2 yang menjadi basis layanan non tunai. Tahun 2018 mendatang Bank Indonesia menargetkan semua Pemerintah Daerah hingga ke tingkat Desa, sudah bisa menggunakan layanan keuangan non tunai.
(990 views)