Puluhan aktivis PMII Jember bersama petani Desa Sumberejo Ambulu, Selasa siang melakukan long march dan aksi unjuk rasa di Depan Kantor Pemkab. Mereka minta Bupati Jember menghentikan pembangungan tambak udang di Desa Sumberejo, yang dinilai sangat merugikan petani setempat.
Koordinator aksi Gandis Nanda menjelaskan, kurang lebih 80 orang petani di Desa Sumberrejo mata pencahariannya tergusur oleh adanya pembangunan tambak udang oleh PT. SEAFER Sumber Rejeki. Dengan berbekal hak guna usaha atau HGU tanah, pelaksana tambak diduga kerap melakukan intimidasi kepada masyarakat, dan sejumlah aktivis PMII yang mencoba membantu masyarakat.
Nanda juga menduga persyaratan pengajuan surat ijin Gangguan atau HO yang diajukan oleh PT kepada Pemerintah Daerah sengaja dipalsukan. Sebab selama ini petani yang menjadi korban mengaku tidak pernah menandatangani persetujuan pembangunan tambak udang di Desanya. Agar persoalan ini tidak berkepanjangan, nanda minta Bupati menghentikan pembangunan tambak dan segera menyelesaikan persoalan tersebut.
Namun ratusan pengunjukrasa tidak berhasil menemui Bupati untuk menyampaikan aspirasinya. Nanda mengaku kecewa dan berjanji akan datang kembali dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.
Sementara Guntur selaku Manager PT. Seafer Sumber Rejeki saat dikonfirmasi, mengaku ada sejumlah petani yang tidak sepakat dalam pertemuan yang diadakan beberapa waktu lalu. Meski demikian Guntur berjanji akan kembali duduk bersama warga untuk menyelesaikan persoalan ini.
Terkait tuduhan adanya intimidasi yang dilakukan pihaknya kepada warga maupun aktifis PMII, Guntur dengan tegas membantahnya. Menurut Guntur selama ini pihaknya tidak pernah membayar atau menyuruh orang, untuk melakukan tindakan intimidasi. Bahkan selama ini dirinya mempersilahkan siapapun untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembangunan tambak udang.
(1.614 views)