Kaum Difable Desak Rektor Guna Dharma Minta Maaf Secara Terbuka

Forum peduli disabilitas Jember (FPDJ) mengutuk keras aksi perundungan atau bullying terhadap Farhan, salah satu mahasiswa Universitas Guna Dharma Depok yang menderita autis oleh teman-teman kuliahnya. Agar persoalan ini tidak terulang kembali, FPDJ mendesak pemerintah mendirikan pusat layanan disabilitas di lembaga-lembaga pendidikan.

Koordinator FPDJ Kusbandono menyebutkan, aksi mengolok-olok penyandang disabilitas yang menjadi viral di media sosial, merupakan tindakan yang bertentangan dengan prikemanusiaan. Atas peristiwa tersebut Kusbandono mendesak rektor Universitas Guna Dharma, meminta maaf secara terbuka dan menjatuhkan sangsi tegas kepada mahasiswanya yang melakukan bullying.

Kusbandono juga meminta kementerian sosial melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap korban, dan mendesak kementerian riset dan pendidikan tinggi segera mengimplementasikan undang-undang nomor 8 tahun 2016 tentang disabilitas.

Terhadap pemerintah daerah Kusbandono juga mendesak agar segera diterbitkan peraturan bupati, sebagai tindaklanjut dari peraturan daerah tentang perlindungan disbilitas yang di gagas oleh DPRD Jember. Sebab hampir semua penyandang disabilitas termasuk di Jember, pernah mendapat perlakuan yang sama seperti yang dialami mahasiswa Guna Dharma.

(996 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.