Meski sudah memiliki Bandara, fasilitas penerbangan di Kabupaten Jember dinilai masih sangat rendah. Demikian disampaikan Deputi Pertanian dan Pangan Kementerian Ekonomi Indah Megawati, di Hotel Royal Rabu siang.
Menurut Indah, saat dirinya akan memantau ketahanan pangan di Kabupaten Jember, dirinya harus berangkat dari Jakarta dengan terburu-buru. Bahkan sesampai di Surabaya, masih harus melakukan lobby-lobby kepada pihak travel untuk mendapatkan tiket penerbangan menuju Jember. Sebab dalam sehari penerbangan menuju Jember hari sekali.
Indah menyayangkan masih kurangnya fasilitas penerbangan menuju Jember, yang sudah mulai dikenal dunia internasional dengan berbagai eventnya. Indah berharap Pemkab Jember segera memikirkan cara untuk mengembangkan pelayanan Bandara Notohadinegoro, setidaknya dengan menambah frekuensi penerbangan minimal dua kali sehari.
Sementara Asisten 2 Pemkab Jember Edi Budi Susilo mengatakan, dalam waktu dekat ada maskapai baru yang berminat masuk di Bandara Notohadinegoro, karena jumlah occupancy penumpang setiap hari mencapai 80 sampai 90 persen.
Meski demikian untuk menuju Bandara Embarkasi Antara seperti yang direncanakan, masih butuh proses yang sangat panjang. Sebab hingga saat ini pihaknya masih terkendala dengan proses pembebasan lahan, yang merupakan milik PTPN 12.
(971 views)