Mutasi pejabat eselon 3 dan 4 Pemkab Jember kembali menuai polemic. Bahkan Ketua Komisi D Dprd Jember Mohammad Hafidi menilai, mutasi yang dilakukan dilingkungan Dinas Pendidikan sebagai bentuk sabotase resmi.
Kepada sejumlah wartawan Rabu siang Hafidi mengaku kaget, ketika secara tiba-tiba kepala bidang Pendidikan Menegah Dispendik dicopot tanpa ada penggantinya. Padahal saat ini dunia pendidikan sedang konsentrasi persiapan akhir pelaksanaan Ujian Nasional Smp.
Hafidi menyadari mutasi pejabat di lingkungan Pemkab merupakan hak prerogatif Bupati. Tetapi mestinya menurut Hafidi, ada beberapa hal yang harus dicermati sebelum melakukan mutasi. Bupati mestinya paham, dalam dunia pendidikan harus dibedakan antara tahun ajaran dengan tahun pendidikan. Ketika Kepala Bidang yang memahami persoalan tehnis tiba-tiba dicopot tanpa pengganti, Hafidi khawatir pelakasanaan Unas di Jember menjadi carut marut.
Lebih jauh Hafidi menjelaskan, Kepala Bidang Sekolah Menengah Tatang Prianggono sebagai penanggung jawab Tehnis Dinas Pendidikan, dimutasi sebagai Kepala Bidang Olah Raga Dinas Pemuda dan Olah Raga. Sementara jabatan yang ditinggalkan tatang dibiarkan kosong tanpa pengganti ,,
Hafidi mengaku tidak tahu pasti alasan Bupati tergesa-gesa melakukan mutasi,, seandainya mutasi di lingkungan Dinas Pendidikan dilakukan Usai Ujian Nasional, tentu tidak akan terlalu menimbulkan persoalan.
(1.109 views)