Keputusan mundur dari Barisan Pendukung Bupati dan Wakil Bupati oleh relawan, merupakan hak yang harus dihormati. Demikian disampaikan Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, menanggapi adanya sejumlah relawan yang keluar dari barisan pendukungnya.
Menurut Muqit, saat para relawan menyatakan dukungannya dalam pilkada lalu, merupakan keputusan yang harus dihormati. Begitu juga sebaliknya, ketika para relawan memutuskan untuk keluar dari barisan pendukung, juga harus dihormati sebagai hak masing-masing.
Namun tentunya lanjut Muqit, keputusan para relawan mencabut dukungannya, harus menjadi bahan instrospeksi diri bagi semua pihak, agar kedepan bisa lebih baik lagi. Sayangnya muqit enggan menjelaskan lebih rinci, apa yang akan dilakukannya pasca mundurnya sejumlah relawan.
Sebelumnya Generasi Merah Putih yang berupakan salah satu relawan pendukung FaidaâMuqit, secara resmi menyatakan keluar dari barisan pendukung bupati. Mereka mengaku kecewa, karena dalam setahun berjalan roda pemerintahan di Jember bukannya membaik, tetapi justru mengalami kemunduran.
Ketua GMP Anggoro Setiawan menilai, pola komunikasi pemerintahan faida-muqit dengan stage holder sangat buruk. Bahkan anggoro menilai, Bupati terlalu sering mengeluarkan kebijakan yang menabrak Undang-Undang, sehingga menimbulkan kegaduhan politik terus menerus.
(1.265 views)