OJK Panggil Pimpinang Cabang BRI Jember Terkait Dugaan Penyimpangan Kredit Ketahanan Pangan Dan Energi

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Jember Selasa siang memanggil pimpinan cabang Bank Rakyat Indonesia Jember, terkait dugaan penyimpangan progam Kredit Ketahanan Pangan Dan Energi (KKPE), yang melibatkan pegawai BRI. Akibat peristiwa ini diduga menyebabkan kerugian negara hingga mencapai 11 milyar rupiah.

Andre salah satu pendamping korban menjelaskan, pihaknya menduga pencairan dana kredit KKPE kabupaten Jember oleh perbankan yang ditunjuk, telah terjadi penyimpangan. Harusnya dana tersebut dicairkan melalui kelompok tani, namun kenyataannya pencairannya dikoordinir oleh Asosiasi Petani Kacang Indonesia, yang melibatkan oknum pegawai BRI.

Untuk itu lanjut Andre, melalui OJK Jember pihaknya meminta agar BRI cabang Jember segera melakukan tindakan. Sebab setelah di kroscek ke SKPD terkait, asosiasi yang melibatkan oknum pegawai BRI tersebut tidak tercatat sebagai kelompok tani resmi.

Kepala OJK Jember Aidil Chaidir ketika dikonfirmasi mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada pimpinan cabang BRI Jember. Namun karena pihak korban merasa masih belum puas, maka OJK mempertemukan pimpinan cabang BRI dengan konsumen pelapor. Setelah dipertemukan Aidil berharap persoalan ini bisa segera tuntas.

Sementara pimpinan cabang BRI Jember Taufik Hidayat, membenarkan terjadinya dugaan penyimpangan pencairan dana KKPE. Taufik berjanji akan menyelesaikan persoalan ini hingga tuntas, bukan hanya sebatas teguran namun juga menjatuhkan sangsi pemecatan terhadap oknum pegawai BRI yang terlibat.

(1.701 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.