Pimpinan DPRD Jember menilai terjadi ketidakadilan dalam proses pencairan dana hibah dan bansos tahun 2016. Buntutnya DPRD Jember berencana menggunakan hak interpelasi terhadap bupati sebagai hak politiknya.
Wakil ketua DPRD Jember Ayub Junaedi menilai, sangat terlihat jelas terjadinya ketidakadilan dalam proses pencairan dana hibah dan bansos. Ayub mencontohkan perbedaan perlakuan antara hibah klub sepak bola dengan hibah yang diberikan untuk Jember Marching Band.
Perbedaan juga terjadi untuk hibah PCNU Jember yang sudah dicairkan, dengan PCNU Kencong sampai hari ini belum dicairkan. Karena itulah Ayub melihat pencairan hibah dan bansos tahun 2016 sangat tidak adil dan sarat kebencian.
Ayub mengaku heran dengan pemerintahan saat ini, yang sangat lamban untuk melakukan penyerapan anggaran. Karenanya pimpinan DPRD akan membawa persoalan ini ke ranah politik berupa interpelasi, untuk meminta penjelasan dari bupati.
(990 views)