Pertumbuhan ekonomi kabupaten Jember di tahun 2016 turun dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya akibat 10 bulan terakhir progam pemerintah daerah belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Jember Ahmad Bunyamin mengatakan, belanja pemerintahan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di daerah. Sehingga ketika 10 bulan terakhir penyerapan anggaran pemerintah rendah, otomatis pertumbuhan ekonomi juga ikut melambat
Di tahun 2015 lanjut Bunyamin, pertumbuhan ekonomi kabupaten Jember mencapai 6,2 persen. Sementara ditahun 2016 ini, diperkirakan maksimal hanya mencapai 5 persen. Itupun karena dukungan sektor swasta khususnya dari sektor belanja konsumsi.
Bunyamin berharap diakhir tahun anggaran ini, pemkab Jember segera mencairkan keuangan rekanan yang sudah menyelesaikan pekerjaannya. Sebab dengan adanya pencairan tersebut diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jember.
Diberitakan sebelumnya, beberapa SKPD belum mencairkan tanggungannya kepada rekanan. Bahkan dinas perindustrian perdagangan dan ESDM kabupaten Jember sama sekali belum mencairkan keuangan rekanan, dengan alasan administrasi yang belum lengkap.
(1.055 views)