Dewan Dahulukan Pembahasan 5 Raperda Inisiatif.

Karena hingga hari ini kelengkapan 5 raperda usulan eksekutif belum juga masuk, DPRD Jember memutuskan meninggalkan raperda usulan eksekutif, dan mendahulukan pembahasan 5 raperda inisiatif DPRD Jember. Demikian disampaikan ketua DPRD Jember Thoif Zamroi Jumat siang.

Menurut Thoif, untuk menyusun naskah akademik 5 raperda inisiatif, dewan bekerjasama dengan lembaga penelitian Universitas Jember. Dan hari ini tim dari Lemlit UNEJ sudah menyerahkan naskah akedemik kelima raperda inisiatif tersebut. Sayangnya naskah akademik dari 5 raperda yang diusulkan eksekutif, sampai hari ini belum ada Satupun yang masuk.

Jika harus menunggu eksekutif, Thoif khawatir 5 raperda inisiatif DPRD yang sangat ditunggu oleh masyarakat justru tidak terbahas. Untuk itu DPRD memutuskan membahas raperda inisiatif terlebih dahulu, yang memang saat ini sudah siap. Bahkan Senin pekan depan DPRD mengagendakan rapat Banmus, untuk menjadwalkan sidang paripurna penyampaian nota pengantar raperda inisiatif DPRD Jember.

Lebih jauh Thoif menjelaskan, untuk mempercepat proses pembahasan raperda inisiatif, DPRD Jember membentuk dua Pansus yang akan bertugas melakukan pembahasan. Thoif optimis dengan adanya dua Pansus, raperda tersebut dalam waktu dekat bisa segera di tetapkan.

Diberitakan sebelumnya, pertengahan April lalu DPRD Jember menetapkan 10 raperda dalam Prolegda 2016. Dari 10 raperda tersebut 5 diantaranya merupakan Perda inisiatif DPRD Jember, yang terdiri dari Perda difable, penataan pasar modern berjaringan, perlindungan cagar budaya, dan Perda bantuan hukum untuk masyarakat miskin. Sementara Pemkab Jember juga mengajukan 5 raperda untuk dibahas, salah Satunya Perda tentang perubahan sistem organisasi tata kelola atau SOTK.

Sigit

(841 views)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.